Pemkot Cilegon dan APJII Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Digital di Banten

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital melalui kolaborasi bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur digital serta memperluas akses internet bagi masyarakat.

Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APJII Banten 2026 yang berlangsung di Aston Cilegon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Beni Ismail, Kepala Diskominfo Kota Cilegon Agus Zulkarnain, Ketua APJII Banten Syarifuddin, serta para anggota APJII dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi atas kontribusi APJII dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui program penataan jaringan utilitas bawah tanah (underground) yang telah diterapkan di sejumlah ruas jalan strategis Kota Cilegon.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri telekomunikasi mampu menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat. Selain mempercantik wajah kota, program tersebut juga berhasil menghemat anggaran daerah yang sebelumnya diproyeksikan mencapai miliaran rupiah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan APJII dalam berbagai program pembangunan digital di Kota Cilegon. Kolaborasi yang terjalin selama ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat diwujudkan melalui kerja sama yang baik antara pemerintah dan para penyelenggara jasa internet,” ujar Robinsar.

Ia juga berharap APJII terus berperan aktif dalam memperluas jangkauan layanan internet, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses jaringan. Menurutnya, konektivitas internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar yang mendukung aktivitas masyarakat, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi digital.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Statistik dan Persandian Provinsi Banten Beni Ismail menilai tema Rakerwil APJII tahun ini, “Membangun Banten Go Digital”, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ekosistem digital yang kuat.

“Kota Cilegon memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan dukungan infrastruktur digital yang memadai, Cilegon dapat menjadi motor penggerak percepatan transformasi digital di Provinsi Banten,” kata Beni.

Pada kesempatan yang sama, Ketua APJII Banten Syarifuddin menegaskan bahwa APJII akan terus membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah guna menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para penyelenggara jasa internet.

Menurutnya, investasi yang dilakukan anggota APJII dalam pembangunan jaringan internet di Banten cukup besar dan berperan penting dalam memperluas akses digital bagi masyarakat. Melalui Rakerwil ini, APJII berharap dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah serta menghasilkan berbagai program yang mendukung percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

Rakerwil APJII Banten 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya berbagai gagasan dan langkah konkret dalam pengembangan infrastruktur digital, pemerataan akses internet, penguatan keamanan siber, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan terkoneksi.